Gue sekarang ini hidup di Jakarta, ibukota Indonesia.
Ndak hanya di Indonesia saya rasa, tapi sepertinya seluruh dunia menjadi sangat materialistis.. semuanya diukur dengan uang begitu juga dengan kesuksesan
Adek-adekku pernah mengatakan bahwa aku tidak mempunyai ketajaman dalam berbisnis, mudah mengasihani orang lain sehingga orang sangat mudah memanfaatkan baik psikis maupun materi
(tapi kebanyakan psikis)
Dalam dunia pekerjaan begitu juga. Batasan-batasan tidak diketahui lagi.
Mungkin karena dari pertama bekerja hingga saat ini aku berada dalam posisi yang mana tidak mempunyai job deskripsi yang jelas membuat segala sesuatu memang tidak jelas.
Sejauh mana memang pekerjaan yang harus aku kerjakan?
Apakah memang semua permintaan harus aku penuhi?
Apakah semua harus serba bisa?
atau memang aku hanya orang yang terlalu sensitif?
Memang intinya emang kalo bekerja dengan orang lain kau akan makan hati dan untuk manis pahitnya kemungkinan lebih banyak pahitnya.
Kalo memang mo enak yahh bekerjalah untuk diri sendiri dan menjadi bos bagi diri sendiri... maka manis ato pahitnya akan dirasakan oleh diri sendiri dan pasti ndak makan hati...!!!
Aku masih belom jelas dengan apa yang diinginkan dunia ini sebenarnya.
Tapi makin lama aku makin melow. Lebih membuat aku lebih melihat segala kesuraman di sekitarku. Para penjaja pinggiran. Para kurir.
Ibukota memang kejam. Tapi memang mungkin inilah hidup...
orang-orang semakin egois!!! careless....!!
Takutnya nih kalo sudah sampe dedek aku akan mengalami ketakutan untuk menghadapi dunia luar.
lupa nama kerennya
tapi bukannya mo sok keren, tapi semuanya ini membuat aku semakin takut melihat kekejaman semua orang..
Di pertapaan kemaren hanya membuat bahwa hidup ini berfokus pada diri sendiri dan TUhan
(tapi apakah itu menjadikan aku lebih egois?)
Pertanyaan yang berkutat dipikiran saat ini adalah
-mau menjadi ikan kecil di kolam yang besar
ato menjadi ikan besar di kolam kecil?
arrrgggghhhhh....!!!